Elia dan Pembangunan Kembali Bait Suci ke-3 – Perry Stone


Berikut ini adalah terjemahan dari video di atas:

Mari kita mulai dengan Kitab Wahyu 11:1-2

Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: “Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya.”

Diperkirakan Yohanes mencatat kitab Wahyu sekitar tahun 95 masehi dan diperkirakan meninggal sekitar tahun 100 masehi, setelah ia keluar dari Pulau Patmos.

Menarik sekali karena pada tahun 95 masehi, bait suci sudah dihancurkan dan terhitung sudah 25 tahun lamanya semenjak bait suci dihancurkan (persis seperti dalam Matius 24:2). Kitab Wahyu adalah kitab yang menyinggung masa yang jauh sejak kitab tersebut dicatat, yaitu masa depan. Wahyu 4-22 adalah di mana peristiwa yang akan terjadi di masa depan dan kitab Wahyu juga merupakan kitab yang berurusan dengan hari Tuhan (Wahyu 1:10). Hari Tuhan yang dimaksud di sini bukanlah hari sabat, karena kalau demikian pasti menggunakan Bahasa Yunani yang berbeda. Hari Tuhan yang dimaksud di sini adalah seperti yang disebutkan dalam perjanjian lama, yaitu Yeremia 46:10, Yehezkiel 13:5, Zefanya 1:14. Jadi kitab Wahyu berbicara mengenai hari pembalasan dan penghakiman Tuhan yang akan dilepaskan ke dalam dunia di masa yang disebut Hari Tuhan.

Di saat itu, yang Yohanes sebut sebagai hari Tuhan, Yohanes masuk ke masa depan ke masa yang disebut masa kesukaran/tribulasi. Yesus juga menyebutkannya di kitab Matius 24: 21,29 dan juga disebutkan sebagai masa yang tidak enak di dalam Daniel 12:1. Bahkan Yesus menyebutkan dalam Matius 24:22 apabila waktunya tidak dipersingkat maka tidak akan ada yang hidup.

Sekarang mari kita bicarakan situasi krisis ini. Bila kita membaca kitab Daniel 12, dalam kitab itu kita menemukan bahwa masa tribulasi BUKANLAH untuk gereja karena pada masa Daniel saat ia menuliskannya gereja belum ada! Dalam kitab Wahyu gereja juga hanya dibahas dalam pasal 2-3 dan tidak dibahas lagi sampai pasal terakhir.

Kata “orang-orang kudus” tercatat dalam kitab Daniel maupun Wahyu, dan kata tersebut yang dipakai dalam kitab Daniel 7 dalam Bahasa Ibrani artinya “Yang Kudus” atau “The Holy One” dan di perjanjian baru dalam Bahasa Yunani memiliki arti tersirat “Kudus”.

Mengenai masa tribulasi yang diperkirakan pembahasannya sekitar Wahyu 4, jika kita lihat dan bandingkan dengan kitab-kitab perjanjian lama seperti kitab Yesaya, Yehezkiel dan Daniel semua peristiwa terpusat di Timur tengah dan Israel. Ada juga mengenai raja utara dan selatan, dan raja timur (yang adalah bangsa Asia yang besar seperti China dan bisa juga termasuk India), namun yang pasti masa tribulasi terpusat pada Israel. Bagian besar dalam triubulasi, jika saudara membaca kitab Daniel 12, Matius 24 dan juga Wahyu maka didapati terpusat lebih tepatnya di kota Yerusalem.

Seperti yang bisa dilihat pada gambar di atas, di sanalah dulu berdirinya bait Suci yan dibangun oleh Salomo dan juga di masa Herodes saat Yesus berada di bumi. Sekarang di sana ada bangunan umat Islam yang disebut Dome Of The Rock (kubah warna kuning emas – panah pertama) dan di seberangnya sebelah kiri ada masjid Al-Aqsa (yang beratap warna hitam – panah kedua). Area ini direbut pada tahun 70 masehi di mana dihancurkannya bait suci oleh Titus dan pasukannya. Sebenarnya Titus tidak ingin menghancurkan bait suci sebagai monumen kemenangannya, tetapi prajurit Romawi membakarnya sehingga emas yang ada di sana meleleh dan saat sudah dingin prajurit-prajurit itu menghancurkannya untuk mengambil emas-emas tersebut. Ini persis seperti yang sudah dinubuatkan Yesus dalam Matius 24:2. Dan sejak saat itulah belum ada lagi bangunan Yahudi yang terlihat sebagai tempat ibadah orang Yahudi, bahkan saat Israel kembali di tahun 1948 dan perang tahun 1967 – sampai sekarang masih berada dalam kekuasaan Islam.

Lalu bagaimana kaitan semua itu dengan kitab Wahyu dan Daniel?

Ada 3 referensi dalam perjanjian baru, yaitu Matius 24:14-15, 2 Tesalonika 2 dan Wahyu 13.

Matius 24:14-15
14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

15 “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel–para pembaca hendaklah memperhatikannya–

Mari kita fokus kepada ayat 15 yang menyebutkan Pembinasa keji atau dalam bahasa Inggris adalah Abomination of desolation. Yang menyebabkan kebinasaan di Israel ini mengacu pada kitab Daniel. Nubuatan Daniel memiliki kesamaan dengan apa yang dilihat Yohanes dan perkataan Yesus dalam Matius 24, dan kekejian yang menyebabkan kebinasaan ini kita dapati di dalam kitab Wahyu 13 di mana tertulis mengenai Nabi palsu yang membuat patung binatang itu hidup dan berbicara, dan barangsiapa tidak menyembah patung itu, maka akan dibunuh (dipenggal-menurut Wahyu 20). Banyak orang yang akan dibunuh/dipenggal karena mereka tidak menyembah patung itu ataupun mengenakan tanda di tangan maupun di dahi.

Patung binatang itu adalah mujizat palsu yang dibicarakan oleh Paulus di dalam 2 Tesalonika 2:9-13 yang menyebutkan adanya perbuatan-perbuatan ajaib dan mujizat palsu. Tuhan mengijinkan demikian karena orang-orang tidak percaya dengan Kebenaran. Kalau kita hubungkan lagi pertama kali dengan Matius 24:15, dan perkataan Paulus dalam 2 Tesalonika 2 serta konfirmasi Yohanes dalam Wahyu 13, mari kita lihat kombinasi ini.

Dalam Matius 24 disebutkan kekejian yang menyebabkan kehancuran Yerusalem, Paulus menyebutkan dalam kitab 2 Tesalonika 2 bahwa anti-kris menyebut dirinya sebagai tuhan dan duduk dalam bait Allah. Lalu kita hubungkan lagi dengan kitab Wahyu di mana saat kitab ini ditulis bait suci sudah dihancurkan 25 tahun yang lalu dan Yohanes menuliskan mengenai bait suci yang ada di masa depan di mana ia diberikan tongkat pengukur untuk mengukur bait suci serta mengecualikan pelataran bait suci bagian luar.

Di sinilah yang menarik, dari sini bisa dilihat bahwa nanti sudah jelas akan dibangun lagi bait suci dan ingatlah saudara apabila Tuhan sudah mengehendaki maka tak ada seorangpun yang dapat menghalangi penggenapan nubuatan…
Tapi melihat kondisi sekarang, pasti banyak orang bertanya-tanya “lalu bagaimana dengan Dome of the Rock? Apa yang akan dilakukan terhadap bangunan itu apabila ingin membangun bait suci ke-3? Tidak akan ada yang dilakukan! Karena dalam Wahyu 11:1-2 sudah di-Firmankan bahwa harus mengecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar. Dan ini juga terkait dengan Daniel 9:27 mengenai perjanjian “damai”.

Mari kita ulang sebentar, masa tribulasi adalah 7 tahun, dan Kota suci tidak akan dinjak-injak bangsa lain di 42 bulan pertama (seperti yang disebut dalam Wahyu 11:2), melainkan di 42 bulan yang kedua. Itulah mengapa dalam Daniel 7:25 disebutkan masa sukar satu masa (1 tahun), dua masa (2 tahun), dan setengah masa (setengah tahun), total semua adalah 42 bulan dan setengah tahun( 6 bulan). Jadi, Daniel hanya diberitahukan mengenai kerangka waktunya, sedangkan Yohanes melihat apa yang tidak dilihat Daniel, yaitu kerangka waktu sekaligus apa yang terjadi di masa-masa itu.

Sekarang pertanyaannya adalah, siapakah yang dapat membangun bangunan Yahudi sekaligus ada altar atau dengan kata lain bait suci ke-3 ini?? Bila diukur, sebenarnya bait suci ini tidaklah begitu besar (seperti yang ditunjukkan dalam video di menit ke 10:45). Nah yang akan terjadi adalah ketika sudah dibangun maka akan dihentikannya korban sehari-hari, dan tampaknya ini didekikasikan untuk hari raya Paskah (Passover). Setelah ini dihentikan, maka sang anti-kris akan menguasai dan patung-patung (dalam Daniel 12:11)akan ditempatkan di di sisi kanan dan kiri bait suci, demikian yang ditulis dalam Bahasa Ibrani. Patung-patung ini akan hidup dan berbicara, orang-orang akan terkejut dan inilah mujizat dari setan – di mana tipu muslihat anti-kris dan nabi palsu masuk begitu pula tanda binatang itu.

Bait suci ini tidak bisa dibangun dengan kekuatan politik atau manusia biasa, namun hanya oleh Nabi Elia.

Maleakhi 4:5-6 Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

“Hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu” adalah bagian akhir(kedua) dari tribulasi yang disebut Masa Kesusahan Besar (Great Tribulation). Kemudian pada ayat 6 banyak orang mengira itu adalah Yohanes pembaptis, tetapi itu salah. Yohanes pembaptis secara profetis terkait dengan Maleakhi 3.

Elia yang disebutkan ini adalah Elia dalam kitab 2 Raja-raja 2 di mana Elia di bawa ke sorga hidup-hidup dengan kuda berapi yang akan disimpan untuk akhir zaman menjadi salah satu dari 2 saksi Elohim di Wahyu 11:4 (Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam). Kedua saksi Elohim ini juga disebutkan dalam Zakharia 4:11-14. Mereka ini penuh kuasa, sehingga mereka memiliki kuasa untuk menutup langit sehingga tidak turun hujan bahkan selama 42 bulan tersebut.

Banyak sekali teori mengenai 2 saksi Elohim ini, pertama yang kita yakini adalah Elia, lalu siapa saksi yang kedua? Ada yang mengatakan Musa dengan berbagai teori yang ada, tapi yang jelas kita ketahui dalam alkitab hanya ada 2 orang yang diangkat hidup-hidup yaitu, Elia dan Henokh.

Dalam kitab Yudas 1:14-15 Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: “Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.”

Kita lihat di sini bahwa Henokh bernubuat mengenai penghakiman dan hubungannya dengan kedatangan Tuhan, dan menurut Perry Stone ia harus mati maka dari itu ia juga salah satu dari 2 saksi Elohim.

Sekarang mari kita ingat dalam kitab Kisah Para Rasul 3:21 dan Matius 17:11, mengenai pemulihan segala sesuatu. Dalam Matius 17:11 Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu…maka dari itu orang-orang menghubungkannya dengan Yohanes pembaptis, tetapi Yohanes pembaptis tidak memulihkan apa-apa. Yohanes pembaptis hanya memperkenalkan Yesus dan melalui Yesus lah ada penebusan dan bukanlah Yohanes pembaptis.

Jadi konteks dalam Matius 17:11 adalah Elia yang ada di masa depan yang akan memulihkan segala sesuatu. Sekarang mari kita bayangkan saja tiba-tiba ada orang yang ingin membangun tempat beribadah untuk umat Yahudi, dan apabila ada yang ingin mengganggu atau melarang orang tersebut – maka orang yang melarang itu akan mati begitu saja. Belum lagi mujizat-mujizat yang terjadi seperti tidak turunnya hujan sesuai perintah orang ini dan api turun dari langit, tentu saja tidak ada satu orangpun yang berani melarang orang ini khan?

Perry Stone bercerita bahwa temannya Mike Coleman sempat bertanya kepada seorang professor Yahudi (yang tidak percaya kepada Kristus) dari universitas Yahudi, mengenai durasi atau lama pembangunan bait suci. Profesor ini sudah meneliti bukit bait suci dan pembangunan bait suci ini bertahun-tahun. Profesor ini menjawab, pembangunan bait suci juga melibatkan upacara-upacara tertentu yang harus dilakukan di hari-hari Raya, harus ada lembu merah untuk penyucian dan bila dihitung itu semua sampai waktu yang didedikasikan (Paskah) maka akan memakan waktu 3,5 tahun.

Sekarang mari kita berasumsi. Kita asumsikan pola hari raya di musim gugur itu benar (kira-kira mulai bulan Agustus – Oktober), bahwa kedatangan Tuhan berada di sekitar musim gugur – karena ada 3 hari raya yang belum tergenapi: Hari Raya peniupan sangkakala (Rosh Hashana), Yom kippur, dan hari Raya  tabernakel (Sukkot) yang juga mewakili peristiwa Rapture/pengangkatan, Tribulasi (masa sukar), dan Kerajaan 1000 tahun damai.

Perhitungan asumsi: Kedatangan Tuhan (Rapture) di musim gugur, kemudian kita hitung menggunakan  7 sangkakala. Sangkakala 1 ke sangkakala ke 2 (1 tahun) + sangkakala 3 ke sangkakala ke 4 (1 tahun) + sangkakala 5 ke sangkakala ke 6 (1 tahun) + sangkakala ke 7 (6 bulan) = 3,5 tahun….dan 6 bulan atau setengah tahun terakhir tersebut jatuh pada hari Raya Paskah.

Jadi dalam kitab Daniel 9:27, yang dimaksud dengan korban sembelihan dan korban santapan yang dihentikan oleh anti-kris adalah hari raya Paskah.

Berikut urutan kejadian menurut Perry Stone: 2 saksi Elohim datang dan ada selama 3,5 tahun (Wahyu 11:3), kemudian penahan diambil (2 Tesalonika 2:6-7) dan anti-kris diijinkan untuk membunuh dua saksi Elohim (Wahyu 11:7). Mayat kedua saksi ini akan tergeletak di jalan raya selama 3 hari (Wahyu 11:9), kemudian setelah 3,5 hari mereka dibangkitkan (Wahyu 11:11-12).

Dalam ayat berikutnya, Wahyu 11:13 disebutkan akan ada gempa yang membuat sepersepuluh kota rubuh dan 7000 orang mati. Nah kalau kita lihat dalam perjanjian lama dalam 1 Raja-raja 19:18 juga dituliskan demikian: Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia.”

Sekarang kita melihat ada disebutkan 7000 orang di perjanjian lama dan 7000 orang di masa tribulasi, ada keterkaitannya di sana. Bisa kita lihat bagaimana Elia di masa perjanjian lama masih ada hubungannya dengan masa depan yaitu masa tribulasi.

Ada hal menarik di antara orang Yahudi mengenai nabi Elia. Dikatakan bahwa orang-orang Yahudi yang masih taat merayakan hari-hari Raya, pada saat Paskah/Pesach tiba, sebelum mereka akan merayakan suatu upacara tertentu di mana ada berbagai macam cangkir, makanan seperti roti, anggur, dll, salah seorang anak akan menuju ke pintu depan dan memeriksa apakah ada nabi Elia yang datang untuk memberitahukan kepada mereka bahwa Mesias akan datang.  Juga di dalam kepercayaan Yudaisme, hari Raya Paskah terkait dengan Elia. Menarik sekali, bukan? Karena kita tadi sudah mempelajari polanya bahwa dedikasi bait suci adalah hari raya Paskah.

Apabila saudara ingin mempelajari lebih lanjut mengenai Elia, saudara dapat membuka kitab Maleakhi 4:5-6, Wahyu 11 dan kemudian hubungkan dengan kitab Zakaharia pasal 1-5 karena merupakan gambaran dari kitab Wahyu, seperti penunggang kuda dengan warna berbeda misalnya, yang sama dengan penunggang kuda di  dalam Wahyu 6.

Lalu bagaimana dengan perjanjian yang disebutkan dalam Daniel 9:27? Karena sangat tidak mungkin umat Islam dengan mudahnya masuk ke dalam suatu perjanjian dan akhirnya mengijinkan didirikannya suatu bait suci untuk tempat ibadah orang Yahudi.

Menurut Perry Stone, setelah Perang Gog dan Magog, negara-negara Islam yang kuat seperti Persia dan Libia(Yehezkiel 38 dan 39) akan mengalami kekalahan besar. Dan mereka akan setuju dengan perjanjian 7 tahun tersebut, seperti dalam Daniel 9:27 dan dalam Yehezkiel 39:9 mereka akan membakar persenjataan selama 7 tahun. Semua ini bukanlah sesuatu yang pasti terjadi tetapi ada kemungkinan bahwa perang Gog dan Magog adalah pembuka jalan untuk perjanjian seperti yang tertulis di dalam Daniel 9:27 yang akan membawa masuk sang anti-kris.

Anti-kris sudah jelas nantinya memiliki nama, seperti yang dituliskan dalam Wahyu 13:17-18 dan bukan dipanggil “Tuan anti-kris”. Bahkan nama anti-kris ini bisa saja tidak disadari oleh orang-orang Kristen namun ia memiliki kuasa dari roh yang sama yang menguasai Adolf Hitler atau pun Nero – Kaisar Romawi.

Inti dari semuanya ini adalah kota Yerusalem akan menjadi tempat terjadinya semua peristiwa-peristiwa profetis yang besar yang akan terjadi di ujung masa tribulasi. Dan pada saat Tuhan akan datang kembali ke-2 kalinya, seperti yang sudah tertulis dalam kitab Zakharia 12:7-9, Tuhan pertama-tama akan menyelamatkan kemah-kemah Yehuda dan kemudian Israel untuk menetapkan Kerajaan-Nya.

Tempat di mana Perry Stone berkhotbah di dalam vdeo di atas adalah berjarak sekitar 2,7 Km dari bukit Zaitun di mana Tuhan Yesus akan menjejakkan kaki-Nya nanti (Zakharia 14:4).

Diterjemahkan oleh SuratTuhan.com

Related posts