Apakah Donald Trump “Sangkakala(Trump) terakhir” Sebelum Kembalinya Yesus Kristus?

Apakah Donald Trump khusus disebutkan dalam nubuat-nubuat Perjanjian Baru tentang akhir zaman? Beberapa berspekulasi bahwa presiden AS yang baru adalah ” Sangkakala(Trump) terakhir” yang disebutkan dalam Alkitab dan yang kegerakan geopolitik nya disinyalir sebagai tanda akhir zaman. Tapi salah satu ahli Alkitab tidak menyetujuinya.

Dr Samuel Lamerson, profesor Perjanjian Baru dan presiden ‘Seminari Teologi Knox Florida’, memberi tahu ‘The Christian Post’ bahwa analisis tersebut adalah “konyol.”

 

“Pertama-tama, itu hanya bisa dalam bahasa Inggris. Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Kedua, hanya bisa dalam versi King James dan beberapa terjemahan yang lebih tua lainnya. Banyak terjemahan lain memiliki kata ‘ Sangkakala(Trumpet)’ bukan ‘ trump‘ “Lamerson menjelaskan.

 

Sejarawan David Montaigne, yang telah menulis “End Times and 2019”, “Antichrist 2016-2019”, dan The Two Witnesess Of Revelation”, menunjuk dua ayat Alkitab dalam sebuah posting secara online tahun lalu yang mengacu pada “sangkakala(trump)”

 

1 Tesalonika 4:16 berbunyi: “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;” Versi Inggris For the Lord himself shall descend from heaven with a shout, with the voice of the archangel, and with the trump of God: and the dead in Christ shall rise first.

 

I Korintus 15:52 menyatakan: “dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. ” Versi Inggris Behold, I show you a mystery; We shall not all sleep, but we shall all be changed, In a moment, in the twinkling of an eye, at the last trump: for the trumpet shall sound, and the dead shall be raised incorruptible, and we shall be changed.
Montaigne mencatat bahwa adalah mungkin untuk melihat ke dalam ayat-ayat tersebut dan meneliti suatu hal yang mungkin membicarakan tentang rencana Tuhan terhadap Trump.

 

“Saya tidak berkata bahwa Donald Trump benar-benar * ADALAH * sangkakala terakhir (Last Trump) – tapi karena SANGKAKALA TERAKHIR adalah salah satu tanda yang paling jelas dan akhiran pada nubuatan akhir zaman, dapatkah kita mengabaikan kemungkinan bahwa calon presiden bernama Trump sedang digunakan sebagai tanda oleh Tuhan? ” katanya.

 

Menolak argumen tersebut, Lamerson menyampaikan kepada CP(Christian Post) bahwa ia meragukan bahwa setiap sarjana Perjanjian Baru dengan mandat yang sah akan membaca nubuatan seperti itu.

 

“Ini contoh buku pelajaran tentang bagaimana untuk tidak membaca teks[sembarangan],” Lamerson menekankan. “Ini yang kita sebut kesalahan penafsiran.

 

“Gagasan-gagasan seperti inilah – yang entah bagaimana mengatakan presiden saat ini adalah yang disebutkan dalam Perjanjian Baru adalah sesuatu hal yang saya ajarkan kepada murid-murid saya untuk menghindarinya bagaimanapun caranya.”

 

Lamerson menunjukkan bahwa diskusi semacam ini berlangsung dari kepresidenan Barack Obama hingga mundur kembali ke Abraham Lincoln.

 

“Saya pikir yang sering orang lupa adalah bahwa Kitab Wahyu ditulis 2.000 tahun yang lalu,” katanya. Gagasan bahwa apa yang dikatakan Kitab berlaku untuk dunia politik saat ini “adalah benar-benar kesalahan memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi di sana,” tambahnya.

Nabi akhir zaman lainnya telah difokuskan pada dampak yang lebih luas dari kepresidenan Trump sejauh ini, seperti kritiknya terhadap Uni Eropa, terutama ketika membahas kemungkinan jutaan pengungsi masuk ke wilayahnya.

 

Penulis dan komentator Erika Grey, yang menganalisa Israel, AS, Rusia, dan pemain besar lainnya di geopolitik saat ini dan peran mereka dalam nubuatan Alkitab, telah dikaitkan dengan oposisi Trump ke Uni Eropa ke faktor-faktor yang bisa membawa kepada akhir zaman.

 

Sementara pemerintahan AS sebelumnya semua memeluk Uni Eropa, Trump telah mengambil sikap yang berlawanan, Grey mencatat, dan menyelaraskan dirinya dengan politisi Inggris Nigel Farage partai ‘UKIP‘, yang berhasil mengawasi Brexit, atau voting suara Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa.

 

“Dalam nubuatan Akhir Zaman Alkitab kita tahu bahwa Uni Eropa akan menjadi kerajaan dunia yang terbesar dan yang paling kuat yang pernah ada dan itu adalah kekuatan ekonominya,” tulisnya di website-nya.

 

“Meskipun BREXIT dan Donald Trump ada dalam nubuatan Alkitab, Uni Eropa masih akan bergerak maju meskipun ada halangan. Dengan Donald Trump sebagai presiden, ada sheriff baru di kota dan era Uni Eropa, hubungan AS telah berakhir, tetapi dengan presiden baru akan datang pergeseran geopolitik dan Uni Eropa akan terus bergerak maju bahkan akan mengejutkan beberapa pejabat Uni Eropa. ”

 

Orang-orang telah lama membuat prediksi tentang presiden AS yang akan memainkan peran dalam nubuatan akhir zaman, Lamerson mencatat, dan mereka semua ternyata salah.

 

“Saya kira cepat atau lambat, hanya dengan keberuntungan murni, seseorang munngkin benar,” presiden Seminari Teologi Knox berkomentar. “Tapi bukan karena mereka telah berhati-hati memahami teks. Salah satu hal tentang nubuatan Alkitab adalah bahwa sering, nubuatan perlu digenapi terlebih dahulu sebelum kita benar-benar dapat memahaminya. Semua memang masih tidak jelas. Dan kerap kali penggenapannya jauh lebih baik daripada apa yang pernah kita bisa diharapkan. ”

Diterjemahkan dari Christian Post

Related posts